Memilih antara general atau niche untuk memulai dan mengembangkan bisnis online

Hari ini Kita akan bahas 2 tipe toko online, yang banyak buat orang galau dan bingung ketika pertama kali memulai bisnis onlinenya.
Toko General vs Toko Niche

Toko General

Toko ini menjual barang APAPUN, Semua serba ada. Mulai dari hijab, Sepatu, Casing Handphone, Mainan anak, Buku, baju. Pokoknya barangnya campur mulai dari Anak muda, Emak – emak dan bapak bapak.
Yang penting laku dan untung…

Toko Niche

Toko ini spesifik sudah memilih niche, Niche itu artinya ceruk pasar atau target pasar. Dan fokus menjual barang ke sebuah niche market yang sudah di pilih.
Contohnya jual barang HANYA untuk mama muda yang punya anak bayi hingga SD,
Jual barang HANYA Casing handphone mobile game.
Jual barang HANYA ke pemilik hewan peliharaan.
Ketika kita membuka toko online , maka kebanyakan orang fokus membuka General Store atau menjual APAPUN. Yang penting laku, semua juga di jual
Ga ada salah nya sih kalau untuk di awal,
Karena misal fokus di Niche Store , di awal bakal repot kalau ternyata ga laku dan harus ganti toko lagi.
tapi… ini kurang bagus untuk jangka panjang.
Karena orang cenderung mudah lupa dengan identitas dari toko kita dan kita tidak membangun database secara spesifik.
Kalau gitu mana yang saya sarankan ?
Untuk jangka panjang dan stabil, Niche Store..
“Alasannya fred ?”.
Ini karena dengan cara iklan yang semakin mudah dan semakin banyak orang belajar bisnis online dan Facebook Ads ,
Kompetitor Anda akan SEMAKINNNNNN banyak kedepannya.
Kalau Anda buka toko di Mangga Dua, mungkin kompetitor hanya 5 – 10 toko. Mau buka toko aja modal besar,
.
Tapi kalau bisnis online ? Modal lebih murah, Kompetitor Anda ribuan, puluhan ribu bahkan.
Apa yang membedakan toko Anda dengan toko orang lain ?
⏩Jadi kedepan bisnis online akan semakin susah karena pemain semakin banyak,
“Jadi gimana donk ? Siapa yang akan menang dan bertahan ?”
⏩Dengan harga iklan yang sekarang mahal dan semakin mahal kedepannya maka kemungkinan besar penjualan di produk pertama yang Anda jual bisa tidak profit.
❌ Serius , Kalau hanya mengandalkan dropship dengan margin keuntungan 50 – 100 ribu pakai Facebook Ads, Jualan cuma 1 produk ke customer maka besar kemungkinan Anda bisa tidak profit di produk pertama yang di jual ke customer. ❌
Profit 50 ribu , harga iklan 100 ribu. Boncos…. Kalau dia ga beli produk lainnya lagi.
(Tapi kalau memang margin keuntungan produk besar , kemungkinan masih profit)
Tapi banyak bisnis digital kedepannya baru profit di penjualan produk ke2 – ke 3 ke customer tersebut ,
Tantangan kita kedepan di bisnis online adalah :
✅ Bagaimana membangun database yang spesifik
✅ Bagaimana membuat orang lebih banyak mengenal produk dan brand kita
✅ Bagaimana membuat mereka kembali membeli barang dari kita
✅ Bagaimana meningkatkan nilai transaksi mereka sekali belanja.
Yang menang dan bertahan adalah orang yang bangun database, bukan sembarang database. Tapi database spesifik di sebuah niche.
Oh ya , Produk ke 2 , ke 3 Anda ga harus punya sendiri,
Kalau punya database email atau nomer handphone 10,000 kontak mama-muda Anda bisa kerja sama dengan toko online atau partner lain yang menjual produk mama muda, Atau memang buat produk sendiri.
Oh ya , Selain Niche Store ada 1 lagi yaitu Super Niche, atau yang lebih spesifik dari Niche,
Contoh :
– Niche : Handphone
– Super Niche : iPhone Only
– Niche : Hewan Peliharaan
– Super Niche : Barang-Barang Anjing
Tapi hati – hati kalau memulai langsung dari Super Niche karena Scale nya akan susah, Contohnya udah beli domain website “makanan-anjing .com” eh mau nambah makanan kucing kan jadi ga nyambung.
Perhatikan tingkat ekspansi bisnis nya juga.
Freddy Ferdinand
25 January