12 Kesalahan umum para pengiklan Facebook & Instagram Ads yang buat boncos (Rugi)

Dibawah ini saya ingin bagikan kepada Anda kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan para pengiklan Facebook & Instagram Ads. Sebenarnya saya sudah ada ide untuk memberikan saran untuk setiap poin di bawah ini tapi karena keterbatasan waktu maka saya share dulu yang ada sekarang,

Jika Anda belum tau apa itu Facebook Ads , Anda bisa cari tau Apa itu Facebook Ads disini , Mari kita mulai.

1. Iklan hanya dengan pencet Boost Post

 

Betul , Ini adalah kesalahan paling banyak yang alami orang,

Facebook & Instagram tau bahwa fitur yang mereka miliki sangat lah canggih dan sangat detail, Tapi tidak banyak orang yang bisa memahami kecanggihannya itu sehingga dia mengeluarkan sebuah fitur yaitu Boost Post.

Tujuannya hanya untuk agar Anda mengedukasi Anda tentang adanya fitur iklan.  Tapi apakah dengan boost post ini cukup? Tidak cukup sama sekali.. Karena banyak fitur yang di hilangkan dari Boost Post hanya untuk memudahkan Anda beriklan.

2. Menggunakkan Facebook Ads seperti cara marketing konvensional

Kebanyakan orang melakukan iklan Facebook seperti membagikan brosur di pinggir jalan, yang penting postingannya muncul dan di lihat oleh banyak orang.

Padahal selain fitur targeting yang canggih, Facebook juga memiliki fitur Retargetting , Fitur retargeting ini yang membuat Facebook powerfull di bandingkan marketing platform lainnya.

Ketika ada seseorang yang comment, like, share postingan Anda dan buka website Anda. Anda bisa menandakan orang tersebut tertarik terhadap Anda dan bisnis Anda, Dan Anda bisa mengiklankan ulang mereka dengan konten yang berbeda.

Kebanyakan orang beriklan hanya untuk Step 1 (Cold Market) ,

Anda perlu juga beriklan untuk Step 2, 3 & 4 sehingga meningkatkan interaksi brand Anda dengan user lewat iklan Facebook / Instagram fitur mengelompokan orang ini disebut fitur Custom Audience.

Cari tau tentang apa itu Cold – Warm – Hot – Boild market lebih detail disini >> Cold Warm Hot Strategi Marketing

3. Tidak menentukan Customer Avatar

Dengan menentukan Customer Avatar, Anda akan lebih mudah menentukan targeting Anda di Facebook,

Sebagai contoh , Anda menawarkan peluang bisnis untuk ibu rumah tanggan dan menentukan market Anda adalah :

Gender : Wanita
Umur : 30 – 40 Tahun.
Anak : Umur 5 – 8 Tahun
Brand : Dancow, Bebelac,
Pendapatan : Rp 0 – RP 3.000.000 / bulan
Artist Idola : Raffi Ahmad, Ayu Ting – Ting, Mario Teguh,

Dari sini Anda sudah bisa menemukan banyak sekali targeting. Anda bisa target brand yang di gunakkan anaknya , Film yang dia tonton, Artist yang dia follow dan masih banyak lagi. Hanya dengan menentukan Customer Avatarnya.

Dengan customer avatar, Anda juga bisa lebih mudah membuat Copywriting yang sangat powerfull pada market Anda.
Anda bisa download Excel tentang Customer Avatar disini >> Download Customer Avatar

4. Tidak melakukan testing

Bayangkan Anda punya seorang team marketing yang baru Anda rekrut, kemudian Anda memberikan budget Rp 5.000.000 per hari untuk dia menjual produk Anda.

• Padahal Anda belum tau apakah team marketing Anda tersebut bisa jualan atau tidak
• Apakah market yang di tuju team marketing Anda berkualitas atau tidak.
• Apakah katalog yang di bawa team marketing Anda menjual atau tidak
• Apakah produk Anda diminati pasar atau tidak

Jadi bagaimana harusnya ?

Dibandingkan memberikan 5 juta hanya ke 1 orang team marketing. Dengan 5 juta, Anda bisa rekrut 10 orang team marketing dan suruh mereka ke 10 tempat yang berbeda di Jakarta.

Ada yang ke mall, ada yang ke Pameran, dan lain sebagainya. Dengan asumsi kemampuan marketing mereka sama. Dari sana Anda akan tau mana tempat yang paling cocok untuk bisnis Anda dan Anda bisa scale lebih besar disana.

“Tapi kan itu orang, dan kalau itu skill sama, di Facebook gimana ?”

Di Digital Ada, Team Marketing Anda namanya Facebook Adset dengan skill yang sama setiap adsetnya.

Dan target market Anda di sebut Interest dan Look a Like Audience,

Anda bisa atur Facebook Adset sesuai budget Anda kemudian buat beberapa adset untuk mengetahui apakah materi iklan, copywriting dan market cocok dengan bisnis Anda. Kalau sudah ketemu maka scale iklan Anda.

5. Targetting yang terlalu lebar atau terlalu sempit

Ketika Anda beriklan di Facebook, Anda akan di minta memasukkan interest yang akan mempengaruhi potential Audience, Banyak orang tidak memperhatikan ini, yang menyebabkan terlalu lebar atau terlalu sempt. Terlalu lebar yang membuat marketing budgetnya terbuang sia – sia karena data yang di dapat tidak akurat. Terlalu sempit yang membuat marketing budgetnya terbuang sia – sia karena orang yang sama melihat iklan Anda terus.

Potential Audience yang baik menurut saya untuk budget iklan hingga Rp 500.000 / hari adalah :
Untuk Engagement : 500.000 – 1.000.000
Untuk Website Conversion : 700.000 – 1.500.000 (Bisa lebih banyak kalau pixel Facebook sudah matang)

Berapa banyak interest ? Bebas. Yang penting potential audiencenya tercapai, perhatikan juga Frequency iklan agar Anda tau kapan market Anda jenuh dengan iklan Anda dan waktunya mencari market lain.

6. Tidak menggunakkan Facebook Pixel

Menurut saya, kalau Anda tidak menggunakkan Facebook Pixel maka Anda belum melakukan Facebook Marketing. Facebook Pixel adalah sebuah script yang di taruh di halaman website Anda yang fungsinya mengijinkan Facebook mempelajari para pengunjung website Anda, Mana yang cuma liat – liat dan mana yang beneran beli produk Anda.

Sehingga Facebook bisa membantu Anda mencarikan orang yang sejenis, Facebook Pixel juga bisa Anda gunakkan untuk retargeting dan visualisasi Funnel Facebook Ads Anda.

7. Materi iklan tidak menarik

Saya memberikan Anda contoh nyata dari owner online shop jam yang saya sudah kenal lama. Dia sudah berbisnis jam tangan 4 tahun sebelum Shopee dan Tokopedia terkenal. Setiap hari ketika kuliah, Dia pergi ke pasar senen di Jakarta dengan modal handphone dan karpet berbulu putih nya. Hanya untuk mengambil foto – foto jam untuk di upload di Instagram dan harga di markup 2x lipat. Hasilnya ? Dia bisa mendapatkan profit hingga 50 – 80 juta setiap bulan dari bisnis ini. Saya pun mengikuti di tahun 2015, Hanya bermodal foto yang sudah dia foto dengan cantik, dan barangnya ambil di Shopee.

Di Digital modal kita hanya 2 yaitu visual dan auditory (Gambar, Video, Musik dan Copywriting). Anda tidak perlu membuka toko fisik, tapi investasilah ke 4 bagian ini. Karena hanya dengan bermain di 4 hal ini maka harga produk Anda bisa naik jauh dan lebih mudah di terima konsumen. Internet sudah mulai seseak dengan para penjual online, Anda harus lebih menarik di bandingkan yang lain untuk memenangkan pertarungan di bisnis online.

8. Tidak melakukan test materi iklan

Ketika Anda telah membuat 1 materi iklan dan menggunakkannya untuk iklan, Hasil kurang memuaskan, Mungkin target nya yang salah, tapi mungkin juga materi iklan Anda memang tidak menarik. Jangan hanya mengandalkan 1 materi iklan, siapkan 3 , 5 atau bahkan 10 materi iklan.

Temukan Winning Angle dari produk Anda. Saya berikan beberapa contoh, Contohnya akun Instagram Wacaco yang hanya menjual 1 produk dengan 854 foto dan Instagram stories yang berisikan hanya 1 produk. Kalau Anda perhatikan baik baik , pasti ada gamabr yang memiliki interaksi lebih bagus di bandingkan yang lain meskipun produk nya sama. Lakukan ini di bisnis Anda, test banyak angle dan copywriting untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

9. Tidak tau cara nya scalling

Kalau Anda baca kisah perjalanan saya di website utama saya FreddyFerdinand.com , Anda tau bahwa saya dengan modal awal Rp 5.000.000 berhasil menggulung itu hingga iklan 5 milyar dengan penjualan hingga 10 milyar. Pertanyaannya bagaimana bisa ?

Jawabannya bukan karena hoki tapi karena skill,

Ketika Anda beriklan Rp 500.000 dan ada penjualan Rp 1.000.000 , Pertanyannya Anda puas di sana ? Atau Anda punya skill untuk menggulung profit Anda hingga penjualan Rp 100.000.000 , Rp 500.000.000 dan seterus nya ?

10. Tidak membangun brand

Brand bukanlah logo atau design, tapi Brand adalah sebuah ikatan emosi terhadap customernya, Buat apa website, logo, design bagus tapi pengiriman barang lama, barang sampai langsung rusak, mau claim tapi susah, setelah mereka jadi buyer admin malah susah di hubungi. Facebook Ads sekarang sudah ramai dan kedepanny akan semakin ramai, hanya orang yang membangun brand (Ikatan emosi dengan customer) lebih yang akan. bertahan

11. Mengandalkan hanya 1 produk

Kalau Anda sudah baca poin 10 maka Anda tau bahwa Facebook Ads kedepannya akan semakin mahal, Gimana cara buat iklan murah ? Dengan menaikkan profit Anda dari seorang customer.

Contoh Anda menjual jam tangan dengan harga Rp 200.000 keuntungan Rp 50.000
Berarti Anda hanya punya ruang gerak iklan Rp 50.000 , Kalau iklan untuk 1 penjualan Rp 30.000 maka Anda untung Rp 20.000 Tapi kalau Iklan Rp 70.000 / penjualan maka Anda akan rugi Rp 20.000 / penjualan. Meskipun Ada 100 penjualan maka Anda akan tetap rugi Rp 2.000.000

Padahal barangnya laku lohh, Tapi bayangkan ternyata semua pembeli Anda puas dan 20% nya membeli produk Anda lagi. Maka Anda mendapatkan 20 penjualan tambahan tanpa perlu iklan lagi (hanya perlu broadcast atau followup). Ada kemungkinan Anda rugi di depan, tapi profit besar di belakang.

Akuisisi Customer Anda jadi lebih murah, tapi itu baru repeat order , Anda masih bisa memanfaatkan beberapa hal untuk menaikkan Average Order Value bisnis Anda dengan :
– Upselling
– Crossselling
– Bundle Selling
– Recurring

Agar iklan Anda jadi lebih murah, orang yang tidak melakukan hal seperti ini akan mati dan tersingkir dari arena Facebook Ads yang semakin mahal.

12. Hanya mengandalkan Facebook & Instagram Ads

Bayangkan ketika Anda membuka sebuah restaurant dan sudah promosi besar – besaran ke market yang tertarget, tapi pelayanan tidak memuaskan , makanannya tidak enak, nunggu makannya lama, tempat makan nya tidak menarik, panas, kumuh. Apa yang akan Anda lakukan ? Pergi.. Apakah Anda akan kembali lagi ? Mungkin ya mungkin tidak?

Sama dengan di digital, Facebook & Instagram hanay traffic generator untuk mendatangkan orang. Kembali lagi pada produk Anda , bagaimana pelayanan Anda, Bagaimana tampilan “Rumah digital” Anda kumuh atau tidak.

Semoga membantu 🙂